Kualitas Garam di Bawah Standar

Posted on

CIREBON-Bagian utara merupakan bagian pesisir pantai, sebagian masyarakat bergantung dari hasil laut. Garis pantai di Kabupaten Cirebon memiliki panjang hingga 71 km, Dan luas lahan tambak garam di Kabupaten Cirebon merupakan salah satu lahan tambak terluas di Indonesia yang mencapai 3.000 hektare.

Walaupun mempunyai lahan yang cukup luas, kualitas garam Cirebon masih di bawah standar. Tidak bisa dibeli oleh PT Garam. Hanya 20% dari total produksi garam di Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kualitas pertama atau layak diserap PT Garam.

“Sebenarnya tahun 2018 lalu kita surplus, dari target sekitar 350 ribu ton, kita bisa memproduksi total 483 ribu ton. Tapi, dari jumlah tersebut mayoritas masih di bawah standar dan tidak bisa terserap PT Garam,” ujarnya.

“Ada beberapa hal yang akan kita lakukan untuk menatap masa panen raya garam tahun 2019. Salah satunya, kita akan memperbaiki sarana dan prasarana serta media pembuatan garam agar lebih baik. Caranya, kiat menggandeng beberapa pihak yang memang berkompeten di bidang pergaraman. Dan yang paling penting adalah bagaimana petani garam ini bisa menggunakan geomembrane,” imbuhnya.

Geomembrane menurut Yanto, adalah salah satu elemen terpenting dalam upaya peningkatan kualitas garam. Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar para petani garam bisa menggunakannya.

“Skemanya akan kita lihat, apakah dalam bentuk bantuan atau kemitraan. Kalau bantuan, kita lihat kekuatan APBD apakah mencukupi atau tidak? Setelah itu, kita juga upayakan agar ada support program dari pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat terkait pengadaan media geomembrane ini,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *