Kampung Batik Kuno Kesepuhan Dukung Wisata Keraton

Posted on

CIREBON-Kampung batik kuno yang berada di RW 01 Kasepuhan dapat mendukung wisata religi dan sejarah di Kota Cirebon. Sejauh ini Kota Cirebon tidak memiliki kampung khusus untuk mempelajari balik. Kalah jauh bila dibandingkan Kabupaten Cirebon.

“Saya melihat sejauh ini kan masyarakat di sekitar keraton itu kurang menyokong budaya di sekitar keraton,” ucap Pendiri Kampung Batik Kuno Kasepuhan Erwin R Josandi.

 

Pria yang juga mantan ketua KNPI Kota Cirebon itu, mengaku sudah mulai menginisiasi membangun kampung batik sejak beberapa tahun lalu. Awalnya ada beberapa RW yang diberikan pelatihan membatik. Ini bertujuan untuk membuat wisatawan juga ikut serta belajar membatik.

Sehingga tidak harus ke wilayah trusmi. Hal ini yang belum ada di keraton-keraton di Cirebon. Padahal budaya masyarakat yang berada di sekitar keraton dapat membantu dan berkontribusi dalam menarik wisatawan.  “Jadi masyarakat tidak hanya dagang kopi atau rokok, di keraton. Mereka juga bisa mengembangkan budaya,” ujarnya.

Ada perbedaan tersendiri Kampung Batik Kasepuhan dengan di wilayah lain. Karena kampung batik di sana lebih menekankan untuk batik kuno tradisi keraton. Setidaknya ada 70 motif batik kuno keraton. Nantinya ini menjadi kekhasan tersendiri. Ketika diproduksi bagi wisatawan. Juga sebagai bahan pembelajaran sejarah. “Jadi itu kan ada sejarahnya, setiap motif batik, kita kasih makna dan sejarahnya,” jelasnya.

Sejauh ini pelatihan sudah berjalan tujuh tahun di beberapa RW. Hanya saja yang saat ini masih eksis berada di RW 01 Kasepuhan. Membuat kampung batik tentu tidak mudah. Apalagi mengajak masyarakat untuk berlatih membatik. Awalnya ada sekitar 60 orang yang dilatih. Kini tinggal 15 orang yang masih bertahan.

“Itu kan dibangun dari anggaran CSR Pertamina. Kita harapkan ke depan itu setelah ada tempat pelatihan, akan ada griya-griya di rumah-rumah warga, nantinya wisatawan bisa membeli batik di sana, ini juga kan bisa meningkatkan perekonomian warga,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya kampung batik di Kasepuhan. Masyarakat tidak lagi apatis dnegan keberadaan wisata keraton. Sehingga masyarakat juga ikut menikmati pariwsata di Kota Cirebon. “Ya kita sudah ke beberapa tempat melakukan studi banding, ke solo, ke jogja. Dan rencana kita akan ke jepara. Di sana ternyata juga punya kampung batik yang bagus,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *