Program Penyediaan Air Di Cirebon Tak Berfungsi

Posted on

Bersumber dari Radar Cirebon.  Sumur WSLIC sudah mengering dan tidak lagi mempunyai air. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air.

Program penyediaan air bersih Water and Sanitation for Low Income Communities (WSLIC) dan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, tidak berfungsi. Penyebabnya, karena sumber air yang ada sudah habis.

Kuwu Desa Slangit, Sura Maulana kepada Radar Cirebon mengatakan, dua program penyediaan air bersih yakni WSLIC dan Pamsimas di desanya, tidak bisa berfungsi. Sehingga, meskipun ada dua program penyediaan air bersih, namun tidak bisa membantu masyarakat untuk keperluan air bersih saat musim kemarau. “Seolah-olah ada bangunan, tapi tidak bermanfaat saja,” ujarnya.

Selain itu, menurut Sura, karena sumber airnya terlalu jauh, maka pengisiannya juga susah. Minimal, pembuatan tower itu di atas dari pada sumber air. Juga untuk pengairan ke rumah-rumah, pipanya juga rusak. Jadi, tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Sura mengatakan, kalau sudah musim kemarau, maka masalah yang utama itu sulitnya masyarakat untuk mendapatkan sumber air. Untuk itu, pihaknya berharap kepada pihak pemerintah daerah atau instansi berwenang untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Seperti diketahui, WSLIC dibangun tahun 2008 dan Pamsimas tahun 2015. Sejak itulah, WSLIC termasuk dibuatkan sumur, tetapi sumur itu hanya untuk penampung air dari sungai, dipindahkan lewat pompa.

Dia menuturkan, sumber air bisa ditemukan, jika memang dilakukan pengeboran sumur hingga puluhan meter. Kemudian, kalau di Slangit memang kedalaman sumber airnya terlalu dalam, maka masyarakat Slangit membuat sumurnya tidak bisa sampai puluhan meter. Itu harus ditanggulangi dengan bor yang pakai mesin.

“Kalau bor manualkan kedalamannya hanya sampai 30 meter, sudah nggak bisa. Solusinya, bantuan dari pihak-pihak yang ingin membantu desa, dan juga minta dibangun untuk pembuatan penampungan. Jadi, sewaktu-waktu kita butuhkan ada. Di sini kan 4 blok, setiap blok dibuatkan. Itu yang strategis dengan jalan,” ujarnya.

Sedangkan untuk persawahan, lanjutnya, masih aman karena saluran irigasi masih bisa mengirimkan air. Menurut informasi dari Dinas Pengairan, ada uji coba disalurkannya air dari Jatigede yang kurang lebihnya 30 persen. “Makanya, untuk persawahan bisa terpenuhi dan masalah untuk MCK perumahan juga terpenuhi sampai bulan delapan,” pungkasnya. (den)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *