Terjadi Lagi Tawuran SMK di Plered, 3 Pelajar Luka Luka

Posted on

Cirebon – Aksi tawuran pelajar kembali terjadi di Jalan Raya Panembahan Kabupaten Cirebon, Kamis siang (7/2) sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam insiden itu mengakibatkan 3 pelajar mengalami luka-luka. salah satu di antaranya harus di larikan ke RS Mitra Plumbon karena luka di bagian kepala.

Insiden ini di mulai dengan datangnya puluhan pelajardari 3 SMK yang menumpang kendaraan truk dari arah Cirebon menuju Palimanan, sesampainya di lokasi puluhan pelajar tersebut tiba tiba melemparkan batu dan kayu. “Mereka tiba-tiba menyerang dengan kayu dan batu,” ungkap Mukmin, penjaga sekolah.

Tidak terima diserang pelajar didalam sekolahpun berhamburan keluar untuk membalas lemparan batu tersebut. meskipun sudah di jaga oleh penjaga dan pihak sekolah akan tetapi jumlah sisa yang memaksa keluarpun begitu banyak itu berhasil keluar dan tawuran pun tak bisa di indarkan, masyarakat sekitar membantu melerai tetapi pelajar malah membalas dengan serangan kepada masyarakat.

Beruntung petugas kepolisian cepat menuju TKP dan langsung mengamankan pelajar dan truk yang di pakai untuk menumpang pelajar tersebut. Anggota Polsek Plered berkoordinasi dengan Polsek Weru, sehingga jajaran Polsek Weru pun melakukan penyekatan.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat dan Polsek Plered, langsung menyebar dan mengahadang pelajar yang lari ke wilayah Weru. Sebanyak 6 orang pelajar berhasil kita amankan kemudian kita gelandang ke Mapolsek Weru untuk lakukan pembinaan, selanjutnya kita serahkan ke Polsek Plered karena TKP tawurannya di wilayah Polsek Plered,” ujar Kapolsek Weru Kompol Rusdi Hayat.

Sementara itu, Bapak Kapolsek Plered AKP Budi Hartono mengatakan tawuran itu menyebabkan 3 pelajar mengalami luka. “Dua pelajar hanya luka ringan, dan satu pelajar lainnya mengalami luka di bagian kepala hingga harus menjalani perawatan medis di RSMitra Plumbon,” terang Budi Hartono.

“Dari Polsek Weru, kita menerima 6 pelajar yang diduga sebagai tersangka. Dari situ kita kembangkan ke temannya yang terlibat. Kita berhasil mengamankan 4 pelajar lagi. Jadi, ada sebanyak 10 pelajar yang kita periksa di Mapolsek Plered,” tambah Budi.

Bapak Kapolsek mengatakan pihaknya langsung melakukan pemanggilan terhadap orang tua siswa dan guru. Selain dilakukan pembinaan, para siswa juga membuat perjanjian di atas materai untuk tidak mengulangi perbuatannya.“Kita serahkan ke orang tua dan gurunya masing-masing. Besok (hari ini, red) saya akan sweeping ke setiap sekolah yang terlibat untuk mencari tersangka lainnya dan sekalian memberikan pembinaan ke pelajar lainnya,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *